tonijulianto

dream`s is motivation

ISRAEL VS PELESTINA TAK KUNJUNG HABIS BUKAN KARENA TAKDIR TAPI KARENA RASA SALING MENGHORMATI DAN KEMANUSIAAN YANG MULAI HILANG

Tinggalkan komentar

ISRAEL VS PELESTINA TAK KUNJUNG HABIS BUKAN KARENA TAKDIR TAPI KARENA RASA SALING MENGHORMATI DAN KEMANUSIAAN YANG MULAI HILANG

Pada 5 Juni 1967, Israel menyerbu posisi pasukan Mesir di Gurun Sinai. Pecahlah perang enam hari yang terkenal itu. Israel mengawali perang dengan dua gelombang serangan udara yang menghancurkan 286 pesawat tempur Mesir. Anehnya, respons militer Mesir sangat minim dan menjelang tengah hari, AU Israel berani memastikan bahwa AU Mesir sudah lumpuh.
Sementara itu, pasukan darat Israel juga mulai menusuk di Gurun Sinai dan hanya dalam tiga hari pasukan Israel berhasil menguasai Sinai. Pada 8 Juni 1967 malam, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser menyepakati gencatan senjata.
Pada hari pertama perang, militer Jordania juga menembaki Jerusalem meski Israel meminta Jordania untuk tidak ikut campur. Artileri Jordania juga menembaki Tel Aviv serta AU Jordania menyerang sejumlah kota Israel. Setelah upaya gencatan senjata ditolak Jordania, Israel menyerang negeri itu. Pada 8 Juni 1967, Israel akhirnya bisa menguasai Tepi Barat dan Jerusalem.
Pada saat bersamaan dengan serangan awal Jordania, Suriah juga ikut terjun ke dalam peperangan ini. Artileri Suriah di Dataran Tinggi Golan menghujani wilayah Israel dengan tembakan. Setelah mampu mengatasi Mesir, militer Israel akhirnya dikerahkan untuk menanggapi serangan Suriah. Pada 10 Juni 1967, Israel sepakat melakukan gencatan senjata dengan Suriah setelah berhasil menguasai dataran tinggi Golan.
Perang enam hari usai dengan kemenangan mutlak di tangan Israel. Hasil dari perang ini, Israel merebut Jalur Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir. Dari Jordania, Israel merebut Tepi Barat dan menguasai dataran tinggi Golan.
Dampak perang
Dampak pasti perang enam hari ini adalah pendudukan Israel atas Jalur Gaza dan Tepi Barat yang banyak dihuni pengungsi Palestina hasil perang Arab-Israel 1948. Setidaknya, satu juta warga Palestina kini berada di bawah kekuasaan Israel pada 1967.
Pascaperang enam hari, fokus kelompok-kelompok perlawanan Palestina sedikit berubah, yaitu membebaskan Jalur Gaza dan Tepi Barat dari pendudukan Israel sebagai langkah awal kemerdekaan seluruh Palestina.
Salah satu masalah besar dalam konflik Israel-Palestina adalah status Jerusalem. Pada 1980, Israel menyatukan Jerusalem Barat dan Timur sekaligus mengklaim kota itu sebagai ibu kota negara Yahudi tersebut. Namun, Palestina juga mengklaim Jerusalem sebagai ibu kota mereka. Saling klaim Jerusalem ini menjadi salah satu ganjalan dalam proses perdamaian di Timur Tengah hingga kini.
Ganjalan lain yang menghambat proses perdamaian antara Israel dan Palestina adalah kebijakan Israel membangun permukiman Yahudi di wilayah pendudukannya. Kebijakan ini dilakukan sejak Partai Likud berkuasa di Israel pada 1977. Hingga 2003, terdapat sekitar 220.000 warga Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Selain itu, masih ditambah sekitar 200.000 warga Yahudi di Jerusalem dan wilayah yang diduduki sejak 1967

INDONESIA PUN BERPENDAPAT . . . . ?
KARTA – Konflik palestina dengan Israel, merupakan sesuatu yang memang disengaja oleh dunia barat. Ini ditegaskan Komarudin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah dalam diskusi buku karya Trias Kuncahyono bertajuk ‘Jalur Gaza, Tanah Terjanji, Intifada dan Pembersihan Etnis’ di Jakarta, Rabu malam (28/10).

”Jadi memang ini dinamakan dengan teori konspirasi, yang banyak mengemuka belakangan ini mengapa Israel selalu menyerbu dan menyerang Palestina. Dunia Barat takut sekali kalau Timur Tengah berkembang dan kemudian pro pada dunia Timur. Karena antara lain Timur Tengah kaya akan minyak. Kalau mereka berkembang dan pro Barat, itu tidak masalah,” kata Komarudin.

Inilah salah satu alasan kuat, sehingga menurut Komarudin, selalu diciptakan kegaduhan serta konflik di Palestina. ”Konflik di Palestina memang sulit untuk diselesaikan, karena begitu rumit dan kompleks. Pasalnya ini menyangkut kepentingan sejumlah negara dan merupakan konspirasi besar,” kata Komarudin.

Di satu sisi menurut Komarudin, negara-negara Timur Tengah sendiri, khususnya yang berdekatan dengan Palestina, tidak solid. ”Arab sendiri misalnya, susah dijawab apakah Arab lebih dekat ke Palestina atau ke Amerika. Demikian juga Mesir. Ibarat gunung pasir, kadang muncul dan mudah hilang. Artinya kadang di saat tertentu, satu negara berpihak pada negara lain. Namun pada situasi lain, keberpihakan itu bkisa ditarik dan berbalik,” kata Komarudin.

Sementara rakyat Palestina menurut Komarudin, memiliki tiga alasan kuat mengapa mereka juga terus melakukan perlawanan. ”Mereka memiliki militansi tinggi karena tanah air dan tanah kelahirannya diusik. Kedua, orang rela berpefrang karena harta rampasan. ketiga, Unsur keyakinan agama yang membuat mereka menjadi semakin militan. Ini ditakuti oleh Barat dan Israel,” papar Komarudin.

Pada kesempatan yang sama, pengajar di FISIP UI, Kusnanto Anggoro mengungkapkan hal senada. ”Konflik di Palestina dan Gaza sulit betul untuk diselesaikan. Karena tidak memiliki batasan-batasan yang jelas,” papar Kusnanto. Dikatakannya, negara-negara di sekitar Palestina, secara tidak langsung sebenarnya menghendaki konflik di Palestina terus berlangsung.
Senada dengan pendapat tersebut, di tempat yang berbeda, Guru Besar UIN Azyumardi Azra menegaskan bahwa tindakan tentara Israel yang masuk ke Masjid Al Aqsa dan memporakporandakan masjid di Palestina tersebut merupakan perbuatan yang sangat keji, biadab dan tak berperikemanusiaan. ”Tindakan tentara Israel tersebut sama sekali tak bisa ditolerir. Itu sangat biadab, keji dan merupakan pelanggaran HAM berat,” tegas Azyumardi dalam perbincangan dengan wartawan di Jakarta, Selasa (27/10).
Diakui Azyumardi bahwa pemerintah Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. ”Namun pemerintah Indonesia bisa melakukan tekanan melalui negara-negara yang bisa menekan Israel. Itu bukan saja menyakiti warga Palestina, namun seluruh umat Islam di seluruh dunia,” tegas Azyumardi.
Menurutnya, Indonesia bisa juga melakukan tekanan melalui organisasi Islam dunia atau OKI. Hanya saja Azyumardi juga menyayangkan bahwa selama ini OKI juga hanya sekedar lips service belaka.
Sementara Uskup Agung Umat Kristen di Al-Quds, Athaillah Hana, menyatakan bahwa kepemimpinan Kristen di Palestina menyerukan kepada seluruh Gereja Kristen sedunia untuk mengecam Israel yang telah berkali-kali melakukan penyerbuan atas Masjid Al-Aqsha.

“Kami akan terus menyerukan kepada gereja-geraja Kristen sedunia agar mengecam dan mengutuk perbuatan Israel yang telah menodai Masjid Al-Aqsha dan melakukan penganiayaan terhadap saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya kepada Islamonline, Selasa (27/10).

Uskup Hana menambahkan bahwa umat Kristen di Al-Quds juga mempunyai kewajiaban yang sama terhadap Al-Aqhsa. Ia juga menegaskan bahwa menyerang tempat suci umat Islam sama artinya menyerang tempat suci umat Kristen begitu pun sebaliknya. “Kami sangat mengecam dan mengutuk perlakuan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha dan umat Islam,” tegasnya.

Menurut Hana, Israel akan terus berusaha menghancurkan apa pun yang bukan milik Yahudi di tanah Al-Quds, dan mereka tidak membedakan antara tempat suci Islam dan tempat suci Kristen. “Jadi, jika disimpulkan, kita (Kristen dan Islam) punya tujuan yang sama,” tambahnya.

SUMBER :
http://www.beritakaget.com
tim adangdaradjatun.com / s:rep/io

rari wacana di atas kita dapat berfikir bahwa sifat toleransi manusia masih seumur jagung, mereka hanya memikirkan ego masing-masing,
yang perlu dipertanyakan apakah tuhan mengiginkan yang demikian ia lakukan ? tentunya tidak.

Penulis: tonijulianto

dream`s is motivation UM METRO LAMPUNG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s