tonijulianto

dream`s is motivation

MAKALAH DAN ARTIKEL by : toni for all

Tinggalkan komentar

PEMBELAJARAN INDUKTIF DAN PEMBELAJARAN DEDUKTIF DAN IMPLEMENTASINYA

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Belajar adalah sesuatu kegiatan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Kegiatan belajar dapat mengembangkan potensi-potensi yang dibawa sejak lahir. Komponen-komponen yang ada dalam kegiatan pembelajaran adalah guru dan siswa. Seorang guru dituntut mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap yang profesional dalam memberikan pembelajajaran terhadap  siswa-siswanya.

Perkembangan pengetahuan saat ini telah melaju dengan pesat dan erat hubungannya dengan perkembangan tekhnologi. Maka seharusnya seorang guru harus mampu menyesuaikan kondisi perkembangan yang telah ada saat ini dengan lebih mengembangkan sesuatu pembelajaran atau metode yang harus dilakukan ketika melakukan pembelajaran kepada siswanya.

Ada banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam memilih metode pembelajaran, guru tidak boleh memilih secara asal-asalan. Metode yang digunakan haruslah metode yang direncanakan berdasarkan pertimbangan perbedaan individu diantara siswa, yang dapat memberi feedback dan inisiatif murid untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Dapat dikatakan berhasil atau tidaknya kegiatan pembelajaran, tergantung pada efektif tidaknya metode pembelajaran yang dipergunakan oleh guru dalam proses pembelajaran.

Namun berdasarkan hasil pengamatan, dengan metode pembelajaran konvesional yang selama ini diterapkan oleh seorang guru, hasil pembelajaran yang diinginkan belum dapat tercapai secara optimal, karena siswa belum diberi kesempatan secara luas untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuannya. Pembelajaran yang dilakukan terkesan monoton dan tidak menggairahkan siswa untuk belajar lebih aktif lagi.  Hal itu mengakibatkan siswa kurang berminat untuk mengikuti dan melaksanakan proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan tidak dapat tercapai secara optimal.

Pada dasarnya metode pembelajaran dapat dilihat melalui dua sudut pandang yaitu pertama siswa dipandang sebagai objek belajar, dalam hal ini pembelajaran menuntut keaktifan guru. Kedua siswa sebagai subjek dan objek belajar, siswa dituntut keaktifannya dalam proes pembelajaran.

  1. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini masalah yang perlu dipecahkan dirumuskan sebagai berikut :

  1. Apa pengertian pembelajaran induktif dan pembelajaran deduktif ?
  2. Bagaimana karakteristik strategi pembelajaran tersebut ?
  3. Apa kelebihan dan kekurangan dari strategi pembelajaran tersebut ?
  4. Apa dasar pertimbangan dan langkah pelaksanaan strategi pembelajaran induktif dan deduktif ?
  5. Dan bagaiman upaya pemecahan kasus pembelajarannya ?

 

  1. Batasan Masalah

Sangatlah penting bagi penulis dalam membatasi masalah untuk membuat pembaca mudah memahaminya. Penulis hanya membahas apa yang menjadi rumusan masalah yang telah disampaikan. Menjaga efisiensi judul makalah agar lebih terfokus pada rumusan masalah dan judul makalah.

  1. Tujuan Dan Manfaat

Tujuan kelompok kami membuat makalah ini adalah sebagai bukti bahwa kami mampu menyelesaikan dengan sesuai dengan materi yang diberikan dan sesuai dengan waktu yang diberikan. Selaian daripada tujuan di atas kami berharap makalah ini, dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

  1. Dapat digunakan sebagai sumber referensi dan penambah wawasan kita mengenai strategi pembelajaran induktif dan deduktif khususnya dan strategi pembelajaran pada umumnya.
  2. Sebagai acuan kita mahasiswa FKIP atau calon pendidik dalam proses belajar menjadi seorang pendidik/guru yang professional

 

BAB II

PEMBELAJARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF SERTA IMPLEMENTASINYA

 

  1. Pembelajaran Induktif

 

1.1.Pengertian Dan Karakteristik

Strategi  pembelajaran induktif adalah sebuah pembelajaran yang bersifat langsung tapi sangat efektif untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan berpikir kritis. Pada  pembelajaran induktif guru langsung memberikan presentasi informasi-informasi yang akan memberikan ilustrasi-ilustrasi tentang topik yang akan dipelajari siswa, selanjutnya guru membimbing siswa untuk menemukan pola-pola tertentu dari ilustrasi-ilustrasi yang diberikan tadi.

Strategi pembelajaran induktif dirancang berlandaskan teori konstruktivisme dalam belajar. pembelajaran ini membutuhkan guru yang terampil dalam bertanya (questioning) dalam penerapannya. Melalui pertanyaan-pertanyaan inilah guru akan membimbing siswa membangun pemahaman terhadap materi pelajaran dengan cara berpikir dan membangun ide. Tingkat keefektifan model pembelajaran induktif ini, jadinya-sangat tergantung pada keterampilan guru dalam bertanya dan mengarahkan pembelajaran, dimana guru harus menjadi pembimbing yang akan untuk membuat siswa berpikir.

Struktur sosial dalam pembelajaran menjadi ciri lingkungan kelas yang sangat dibutuhkan untuk belajar melalui strategi pembelajaran induktif. pembelajaran induktif mensyaratkan sebuah lingkungan belajar yang mana di dalamnya siswa merasa bebas dan terlepas dari resiko takut dan malu saat memberikan pendapat, bertanya, membuat konklusi dan jawaban. Mereka harus bebas dari kritik tajam yang dapat menjatuhkan semangat belajar. strategi ini dikembangkan atas dasar beberapa postulat sebagai berikut:

  1. Kemampuan berpikir dapat diajarkan.
  2. Berpikir merupakan suatu transaksi aktif antara individu dengan data.Artinya, dalam seting kelas, bahan-bahan ajar merupakan sarana bagi siswa untuk mengembangkan operasi kognitif tertentu. Dalam seting tersebut, mana siswa belajar mengorganisasikan fakta ke dalam suatu sistem konsep, yaitu:
    1. Saling menghubung-hubungkan data yang diperoleh satu sama lain serta membuat kesimpulan berdasarkan hubungan-hubungan tersebut
    2. Menarik kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang telah diketahuinya dalam rangka membangun hipotesis, dan
    3. Memprediksi dan menjelaskan suatu fenomena tertentu. Guru, dalam hal ini, dapat membantu proses internalisasi dan konseptualisasi berdasarkan informasi tersebut.
    4. Proses berpikir merupakan suatu urutan tahapan yang beraturan (lawful). Artinya, agar dapat menguasai keterampilan berpikir tertentu, prasyarat tertentu harus dikuasai terlebih dahulu, dan urutan tahapan ini tidak bisa dibalik. Oleh karenanya, konsep tahapan beraturan ini memerlukan strategi pembelajaran tertentu agar dapat mengendalikan tahapan-tahapan tersebut.

Jenis pendekatan induktif :

ü  Membentuk satu generalisasi daripada contoh-contoh tertentu. Misalnya mencari cirri-ciri yang sama dari berbagai jenis pasar.

ü  Membentuk satu prinsip dari uji kajian tertentu.

ü  Membentuk satu hukum dari pernyataan-pernyataan tertentu. Misalnya mendapat hukum permintaan dan penawaran dari analisis pasar dan pedagang.

ü  Mendapat satu teori dari urutan suatu pemikiran.

Ciri-ciri dari strategi pembelajaran induktif adalah :

  1. Penekanan pada keterampilan berpikir dan tujuan-tujuan afektif
  2. Berstruktur rendah
  3. Penggunaan waktu yang kurang efisien
  4. Memberi kesempatan yang banyak untuk belajar sewaktu-waktu

 

1.2.Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Induktif

 

1.2.1.       Kelebihan Model Pembelajaran Induktif

  1. Pada model pembelajaran induktif guru langsung memberikan presentasi informasi-informasi yang akan memberikan ilustrasi-ilustrasi tentang topik yang akan dipelajari siswa, sehingga siswa mempunyai parameter dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
  2. Ketika siswa telah mempunyai gambaran umum tentang materi pembelajaran, guru membimbing siswa untuk menemukan pola-pola tertentu dari ilustrasi-ilustrasi yang diberikan tersebut sehingga pemerataan pemahaman siswa lebih luas dengan adanya pertanyaan-pertanyaan antara siswa dengan guru.
  3. Model pembelajaran induktif menjadi sangat efektif untuk memicu keterlibatan yang lebih mendalam dalam hal proses belajar karena proses Tanya jawab tersebut.

 

1.2.2.      Kelemahan Model Pembelajaran Induktif

  1. Model ini membutuhkan guru yang terampil dalam bertanya (questioning) sehingga kesuksesan pembelajaran hampir sepenuhnya ditentukan kemampuan guru dalam memberikan ilustrasi-ilustrasi.
  2. Tingkat keefektifan model pembelajaran induktif ini, jadinya-sangat tergantung pada keterampilan guru dalam bertanya dan mengarahkan pembelajaran, dimana guru harus menjadi pembimbing yang akan untuk membuat siswa berpikir.
  3. Model pembelajaran ini sangat tergantung pada lingkungan eksternal, guru harus bisa menciptakan kondisi dan situasi belajar yang kondusif agar siswa merasa aman dan tak malu/takut mengeluarkan pendapatnya. Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai secara sempurna.
  4. Saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran induktif, guru harus telah menyiapkan perangkat-perangkat yang akan membuat siswa beraktivitas dan mengobarkan semangat siswa untuk melakukan observasi terhadap ilustrasi-ilustrasi yang diberikan, melalui pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. Dengan metode ini maka kemandirian siswa tidak dapat berkembang optimal.
  5. Guru harus menjaga siswa agar perhatian mereka tetap pada tugas belajar yang diberikan, sehingga peran guru sangat vital dalam mengontrol proses belajar siswa.
  6. Kesuksesan proses belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran induktif bergantung pada contoh-contoh atau ilustrasi yang digunakan oleh guru.
  7. Pembelajaran tidak dapat berjalan bila guru dan muridnya tidak suka membaca, sehingga tidak mempunyai pilihan dalam proses induktif.

 

 

 

1.3.Langkah-langkah dan Tahapan-tahapan Pembelajaran Induktif

Strategi pembelajaran ini  menghendaki penarikan kesimpulan didasarkan atas fakta-fakta yang kongkrit sebanyak mungkin. Semakin banyak fakta semakin mendukung hasil simpulan.  Langkah-langkah yang harus  tempuh dalam strategi pembelajaran dengan pendekatan induktif  yaitu:

ü  guru memilih konsep, prinsip, aturan yang akan disajikan dengan pendekatan induktif

ü  guru menyajikan contoh-contoh khusus, prinsip, atau aturan yang memungkinkan siswa memperkirakan sifat umum yang terkandung dalam contoh,

ü  guru menyajikan bukti yang berupa contoh tambahan untuk menunjang atau mengangkat perkiraan.

ü  menyimpulkan, memberi penegasan dari beberapa contoh kemudian disimpulkan dari contoh tersebut serta tindak lanjut.

Postulat yang diajukan Taba di atas menyatakan bahwa keterampilan berpikir harus diajarkan dengan menggunakan strategi khusus. Menurutnya, berpikir induktif melibatkan tiga tahapan dan karenanya ia mengembangkan tiga strategi cara mengajarkannya.Taba mengidentifikasi tiga keterampilan berpikir induktif:

  1. Konsep pembentukan (belajar konsep)

Tahap ini mencakup tiga langkah utama: item daftar (lembar, konsep), kelompok barang yang sama secara bersama-sama, beserta label tersebut (dengan nama konsep).

Langkah-langkah:

1)      Membuat daftar konsep.

2)      Pengelompokkan konsep berdasarkan karakteristik yang sama.

3)      Pemberian label atau kategorisasi.

 

 

 

  1. Interpretasi data

Strategi kedua ini merupakan cara mengajarkan bagaimana menginterpretasi dan menyimpulkan data. Sama halnya dengan strategi pertama (pembentukan konsep), cara ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu.

Langkah-langkah:

1)      mengidentifikasi dimensi-dimensi dan hubungan-hubungannya.

2)      menjelaskan dimensi-dimensi dan hubungan-hubungannya.

3)      membuat kesimpulan.

  1. Penerapan prinsip-prinsip

Strategi ini merupakan kelanjutan dari strategi pertama dan kedua. Setelah siswa dapat merumuskan suatu konsep, menginterpretasikan dan menyimpulkan data, selanjutnya mereka diharapkan dapat menerapkan suatu prinsip tertentu ke dalam suatu situasi permasalahan yang berbeda.. Atau siswa diharapkan dapat menerapkan suatu prinsip untuk menjelaskan suatu fenomena baru.

Langkah-Langkah:

1)      Membuat hipotesis, memprediksi konsekuensi.

2)      Menjelaskan teori yang mendukung hipotesis atau prediksi.

3)      Menguji hipotesis/prediksi

 

  1. Pembelajaran Deduktif

2.1.  Pengertian Dan Karakteristik

Pembelajaran deduktif merupakan strtegi pembelajaran yang mengutamakan penalaran dari umum ke khusus. Pembelajaran deduktif merupakan imbangan yang sangat dekat bagi model pembelajaran induktif. Keduanya dirancang untuk mengajarkan konsep dan generalisasi, mengandalkan contoh dan bergantung pada keterlibatan guru secara aktif dalam membimbing siswa. Perbedaan terletak pada urutan kejadian selama pembelajaran, keterampilan berpikir, cara memotivasi dan waktu yang diperlukan serta biasanya pada pembelajaran pendekatan deduktif seorang guru harus lebih aktif daripada siswanya. Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab dan simulasi.

Ciri-ciri pembelajaran deduktif adalah sebagai berikut :

a)      Berorientasi pada siswa

b)      Berstruktur tinggi

c)      Penggunaan waktu yang lebih efisien.

d)     Kurang memberi kesempatan untuk belajar sewaktu-waktu

Sintak pembelajaran deduktif adalah :

a)      Menyatakan abstraksi

b)      Memberi ilustrasi

c)      Aplikasi

d)     Penutup

 

2.2.  Kelebihan Dan Kelemahan Pembelajaran Deduktif

 

2.2.1.      Kelebihan Pembelajaran Deduktif

a)      Cara yang mudah untuk menyampaikan isi pelajaran

b)      Pendekatan ini sesuai untuk digunakan dalam proses pembelajaran, guru memberikan penerangan sebelum memulai pembelajaran.

2.2.2.      Kelemahan pembelajaran Deduktif

a)      Keaktifan siswa dalam mengeplorasikan kemampuan masih terbatas

b)      Kesimpulan yang akan di buat siswa tidak dapat melebihi dari hal-hal

                                                                                                                              

2.3.  Langkah-langkah Pembelajaran Deduktif

Dalam strategi belajar mengajar deduktif, pesan atau materi pelajaran diolah mulai dari yang umum, generalisasi atau rumusan konsep atau rumusan aturan, dilanjutkan kepada yang khusus yaitu penjelasan bagian-bagiannya atau atribut-atributnya (ciri-cirinya) dengan menggunakan berbagai ilustrasi atau contoh. Strategi belajar mengajar deduktif antara lain dapat digunakan pada pelajaran mengenai konsep “terdefinisi”.

Pembelajaran deduktif terdiri dari empat tahap:

  1. guru mulai dengan kaidah-kaidah konsep (conceot rule) atau pernyataan yang mana  dalam pembelajaran diupayakan untuk pembuktiannya,
  2. guru memberikan contoh-contoh yang menunjukkan pembuktian dari konsep,
  3. guru memberikan pertanyaan kepada siswa untuk mendapatkan atribut/ciri dan bukan esensi dari konsep-konsep,
  4. siswa memberikan beberapa kategori dari contoh yang diberikan oleh guru

Contoh penggunaannya pada pembelajaran konsep terdefinisi: Bahan pelajaran : konsep pasar.Tujuan pembelajaran : “siswa dapat menjelaskan ciri-ciri pasar”. Rumusan konsep: pasar ialah tempat bekumpulnya penjual dan pembeli, terjadi transaksi, barang dan jasa”.

Proses pembelajaran:

  1. Mula-mula guru menuliskan rumusan konsep tersebut pada papan tulis .
  2. Siswa diminta mengidentifikasi atribut-atributnya, yaitu: memerlukan makanan, bergerak, tumbuh, berkembang biak, dan bernafas. Setiap atribut yang dikemukakan siswa ditulis di papan tulis (di bawah rumusan konsep).
  3. Siswa diminta menjelaskan berbagai atribut dengan menggunakan berbagai contoh. Guru melengkapi atau menjelaskan lebih jauh pendapat siswa. Dalam hal ini akan lebih baik jika digunakan alat peraga.
  4. Siswa diminta mengidentifikasi jenis-jenis makhluk hidup dan atribut-atributnya.
    Strategi belajar mengajar deduktif digunakan bila siswa belum memiliki pengalaman yang berkaitan dengan konsep yang diajarkan atau waktu mengajar relatif sedikit.

Langkah-langkah yang dapat Anda tempuh dalam model pembelajaran dengan pendekatan deduktif dijelaskan sebagai berikut

a)      guru memilih konsep, prinsip, Inisiasi aturan yang akan disajikan,

b)      guru menyajikan aturan, prinsip yang berifat umum, lengkap dengan definisi  dan contoh-contohnya,

c)      guru menyajikan  contoh-contoh khusus agar siswa dapat menyusun hubungan  antara keadaan khusus dengan aturan prinsip umum yang didukung oleh media yang cocok,

d)     guru menyajikan bukti-bukti untuk menunjang atau menolak kesimpulan bahwa keadaan umum itu merupakan gambaran dari keadaan khusus,

Penulis: tonijulianto

dream`s is motivation UM METRO LAMPUNG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s