tonijulianto

dream`s is motivation

MAKALAH DAN ARTIKEL by: toni for all

Tinggalkan komentar

IHK (Indeks Harga Konsumen) / Consumer Price Indeks (CPI) adalah indeks harga yang berguna untuk menghitung laju inflasi. IHK juga memilki pengertian ukuran rata-rata perubahan harga  dari suatu paket komoditas  dalam suatu kurun waktu tertentu atau antar waktu. Menurut Badan Pusat Stastistik, angka indeks harga adalah angka yang menunjukaan perbandingan harga dalam dua waktu yang berbeda sehingga angka indeks harga didefinisikan sebagai angka perbandingan antara harga komoditas atau kelompok komoditas yang terjadi pada suatu periode waktu yang telah ditentukan.

Tujuan perhitungan IHK adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui perkembangan harga barang dan jasa yang tergabung pada diagram timbangan IHK.
  2. Sebagai pedoman untuk menentukan suatu kebijaksanaan yang akan datang, terutama di bidang pembangunan ekonomi.
  3. Sebagai perhitungan penyesuaian Upah Minimum Kabupaten (UMK).
  4. Mempermudah pemantauan supply (penawaran) dan demand (permintaan) khususnya barang kebutuhan yang ada di pasar.

IHK memberikan bobot yang tinggi pada harga-harga komoditas, untuk lebih jelasnya lihatlah perhitungan IHK yang akan dibahas di bawah ini :

BOBOT BARANG DALAM MENGHITUNG IHK

Komoditas

Harga

Kuantitas

(kg)

Jumlah

pengeluaran

Bobot

Proporsional

Beras

Rp5.000,-

50

Rp250.000,-

 

Jeruk

Rp5.000,-

0,8

Rp4.000,-

 

Sayuran

Rp1.000,-

0,5

Rp500,-

 

Setelah diketahui bobotnya, maka harga rata-rata dapat dihitung untuk setiap periode. Perhitungannya dilakukan dengan cara mengalikan setiap harga dengan bobotnya kemudian hasilnya dijumlahkan. Perhatikan tabel berikut ini :

HARGA RATA-RATA BARANG DALAM IHK

Komoditas

Bobot

Harga

Harga x Bobot

2010

2011

2012

2010

2011

2012

Beras

0,98

Rp5.000

Rp7.000

Rp8.000

Rp4.900

Rp6.860

Rp7.840

Jeruk

0,015

Rp1.000

Rp1.500

Rp3.000

Rp15

Rp22,5

Rp45

Sayuran

0,002

Rp250

Rp500

Rp2.000

Rp0,50

Rp1,0

Rp4

Jumlah

 

Rp4.915,5

Rp6883,5

Rp7889,0

Dari tabel di atas IHK, dapat ditentukan sebagai berikut:

IHK Tahun 2010 =

IHK Tahun 2011 =

IHK Tahun 2012 =

INFLASI

Inflasi adalah suatu keadaan yang mengakibatkan naiknya harga secara umum atau suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus(continue). Dengan kata lain inflasi adalah suatu proses menurunnya nilai mata uang secara umum. Inflasi merupakan proses suatu peristiwa dan bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya tingkat harga yang tinggi belum menunjukan inflasi, diaggap inflasi jika terjadi proses kenaikan harga yang terus menerus dan saling pengaruh mempengaruhi.

Penggolongan inflasi

  1. Berdasarkan sumber timbulnya inflasi, dapat dibagi menjadi dua yaitu :
    1. Inflasi yang berasal dari dalam negeri, misalnya sebagai akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan mencetak uang baru.
    2. Inflasi yang berasal dari luar negeri, yaitu inflasi sebagai akibat naiknya harga barang impor.
  2. Berdasarkan cakupan kenaikan harga, dapat dibagi menjadi tiga yaitu :
    1. Inflasi tertutup(ckosed inflation) yaitu jika kenaikan harga secara umum hanya berkaitan dengn beberapa barang tertentu secara kontinu.
    2. Inflasi terbuka (open ilflation) yaitu apabila kenaikan harga secara keseluruhan.
    3. Inflasi yang tidak terkendali (hyper inflation)yaitu apabila serangan inflasi begitu hebatnya dan setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak kuat menahan uang lebih lama.
  3. Berdasarkan parah atau tidaknya inflasi, dapat digolongkan sebagai berikut :
    1. Inflasi ringan (dibawah 10% setahun)
    2. Inflasi sedang (antara 10% – 30% setahun)
    3. Inflasi berat ( antara 30% – 100% setahun)
    4. Inflasi tak terkendali (diatas 100% setahun)

Sebab-sebab timbulnya inflasi

  1. Tarikan permintaan (demand full inflation) yaitu inflasi yang ditimbulkan oleh permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga.
  2. Desakan biaya (cost push inflation) yaitu inflasi yang diakibatkan karena terjadinya penurunan penawaran agregat sehingga tngkat harga naik.
  3. Inflasi campuran yaitu inflasi yang terjadi disebabkan oleh kombinasi (campuran) antara unsur inflasi tarikan permintaan dan inflasi dorongan biaya.
  4. Inflasi impor/imported inflation yaitu inflassi yang terjadi karena pengaruh inflasi dari luar negeri.

Pengukuran inflasi

  1. Metode pengukuran indeks harga

Ada dua metode dasar yang digunakan untuk menghitung indeks harga, yaitu indeks Laspeyres dan indeks Paasche yang menggunakan jumlah barang pada tahun sekarang sebagai basis.

Metode Laspeyres dirumuskan : IL =

Keterangan :

            IL = indeks laspeyres

            Pn = harga tahun tertentu (tahun ke-n)

            Po = harga tahun dasar

            Qo = kuantitas tahun dasar

Metode Paasche dirumuskan : IP =

Keterangan :

            IP = indeks Paasche

            Pn = harga tahun tertentu (tahun ke-n)

            Po = harga tahun dasar

            Qn = kuantitas pada tahun tertentu (tahun ke-n)

 

Cara pengukuran laju inflasi

  1. GNP Deflator, adalah suatu indeks harga yang digunakan untukmenyesuaikan nilai uang dalam GNP guna mendapatkan nilai riil GNP. Perhatikan tabel di bawah ini :

 

Tahun

Pakaian

Sepatu

GNP

Output

Harga

Output

Harga

 

2009(0)

2012(n)

Q

20

30

P

20.000

40.000

Q

30

40

P

10.000

15.000

 

(20.000 x 30) + (10.000 x 40) = 1.000.000,-

(40.000 x 30) + (15.000 x 40) = 1.800.000,-

Indeks harga tahun 2009 = 100

 

Dengan menggunakan indeks Paasche, GNP deflator dapat ditentukan sebagai berikut :

IP =  

                ==

                ==

GNP deflator tahun 2012 = 180, artinya kenaikan harga periode tahun 2009-2012 adalah 80% atau rata-rata pertahun

  1. Indeks harga konsumen (IHK), cara perhitungan IHK menggunakan rumus indeks Laspeyres.

Dengan menggunakan data yang sama, maka besarnya IHK :

IL =

=

Hasil perhitungan di atas, menunjukan dalam periode tahun 2009-2012 kenaikan indeks harga konsumen sebesar 78,57% atau rata-rata 78,57 : 4 = 19,64%

Cara-cara mengatasi inflasi

Untuk mecapai sasaran dalam mengatasi inflasi, terdapat tiga kebijakan yang dapat ditempuh yaitu :

  1. Kebijakan moneter adalah segala kebijakan pemerintah dibidang moneter (keuangan) yang bertujuan menjaga kestabilan moneter untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kebijakan moneter dilakukan oleh bank indonesia sebagai bank sentral. Kebijakan moneter tersebut sebagai berikut :
    1. Politik diskonto terhadap bank umum, yaitu bank indonesia memerintah agarbank umum mempersempit pemberian kredit kepada massyarakat dengan cara menaikan bunga pengamansehingga uang yang beredar akan menurun.
    2. Politik pasar terbuka, yaitu bankindonesia akan menjual surat-surat berharga (obligasi) ke pasar modal.
    3. Menaikan cash ratio
    4. Kebijakan kredit
  2. Kebijakan fiskal, yang terdiri dari ;
    1. Pengaturan perizinan
    2. Pengeluaran pemerintah
    3. Menaikan tarif pajak
    4. Pengadaan pinjaman
  3. Kebijakan nonmoneter (riil), kebijakan ini bisa ditempuh dengan cara berikut :
    1. Menaikan hasil produksi
    2. Kebijakan upah
    3. Pengawasan harga.

Dampak inflasi

  1. Dampak inflasi bagi perekonomian
    1. Investasi berkurang
    2. Mendorong tingkat bunga
    3. Mendorong spekulasi
    4. Kegagalan pembangunan
    5. Berkurangnya daya saing produk
    6. Defisit neraca pembayaran

Penulis: tonijulianto

dream`s is motivation UM METRO LAMPUNG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s